Selasa, 25 September 2012

Puisi Tentang Kemanusiaan

puisi kemanusiaan : jeritan di tanah gersang 

Terik matahari menyengat perih
Debu-debu menempel risih
Tanah retak, rumput kering merintih
Di bagian ujung bumi ini.....
Bermimpi hujan turun kembali
Atau sekadar embun di pagi hari
 
Disana...ditempat yang jauh dari kemilau dunia
Disaat yang lain berharap nikmat
Disaat kita berselimut hangat
Di kala itu dia sekarat
Di hari itu dia berteriak serak
Berharap iba pada dunia yang congkak
Hingga tanpa daya lemah tergeletak...
Wahai dunia........
Tidakkah kau dengar jerit tangisnya?
Tidakkah kau lihat nanar matanya?
Tidakkah kau rasa perih hidupnya?

Dia tak ingin istana menyala
Mereka tak minta kemilau emas di raga
Hanya setitik cinta dari sang penguasa
Atau seteguk air di bejana
Tak sanggupkah kita?
Sumber; puisikupuitis.blogspot.com
 
puisi kemanusiaan 
 
ironis, miris dan memprihatinkan
inikah bumi yang selama ini aku pijak
inikah tanah tempat aku dilahirkan
dan inikah tanah yang kelak akan menjanjikan
terus terang
kalau aku boleh memilih
aku ingin dilahirkan di tanah suci
pun kalau mungkin ditanah dimana hak azasi dipertuan
atau ditanah dimana segala kemungkinan bisa berkembang
jangan ditanah menjijikkan ini
tanah dimana kebenaran bisa dipelintir
keadilan gampang dicampakkan
kejujuran terabaikan
semata-mata ker’na uang
hanya sebab nilai-nilai nominal lantas moral tersingkirkan
begitu tegakah menggadaikan republik ini
sampai hatikah sesama saudara saling mencakar dan mencengkeram
Tuhan pasti ta’ kan tinggal diam
sejuta malaikat-Nya telah mencatat ulah kalian
berjuta malaikat-Nya akan menurunkan azab-Nya
tidakkah tergetar hati kalian
lepada saudara-saudariku sebangsa dan setanah-air
mari kita panjatkan doa bersama dan serentak
agar kedamaian tercipta ditanah ini
berdoa dan terus berdoa
karena tak ada senjata apapun yang ampuh selain doa
ker’na doa orang yang teraniaya sangat didengar Tuhan
saat ini kita semua sedang teraniaya
akibat ulah beberapa orang yang pintar cuci-tangan
tetapi mereka akan tanggung sendiri akibatnya
dan akibat itu sebenarnya tengah terjadi
sekarang ini
mereka ta’ kan bisa lepas dari kegalauan, kecemasan, ketakutan
karena doa kita semua
dari bangsa yang teraniaya.
Sumber; chakuyya.blogspot.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;